Design by Theme Junkie | Blogger Template by NewBloggerThemes.com

Mau Nyari Apa?

Cari Disini Ya!

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)

Loading...

#blog-pager{font-size:normal}.showpageArea{font-family:verdana,arial,helvetica;color:#000;font-size:11px;margin:10px}.showpageArea a{color:#000;text-shadow:0 1px 2px #fff;font-weight:normal}.showpageNum a{padding:2px 8px;margin:0 4px;text-decoration:none;border-bottom:2px solid #5fb404;border-top:2px solid #5fb404;background:#effbf5}.showpageNum a:hover{border-bottom:2px solid #df01d7;background:#a9f5f2;border-top:2px solid #df01d7}.showpageOf{margin:0 4px 0 0}.showpagePoint{color:#fff;text-shadow:0 1px 2px #333;padding:2px 8px;margin:2px;font-weight:700;border-bottom:2px solid #5e610b;border-top:2px solid #5e610b;background:#5e610b;text-decoration:none}
Diberdayakan oleh Blogger.

Berlangganan

Blogger templates

Blogroll

Belajar Ekonomi; Biaya Peluang atau Opportunity Cost

  Menurut Paul A. Samuelson, Economics is the science of choice . Dalam setiap keputusan yang muncul di depan kita, apakah memutuskan untuk ...

Rabu, 31 Mei 2023

Belajar Bab Pasar Modal dengan Simulasi Transaksi Real Time, Yuk Simak Keseruannya!

by: Satrio Wijoyo

 

Pada mata pelajaran ekonomi ada satu bab yang sangat menarik untuk dijelaskan materinya lewat metode simulasi, bab tersebut adalah Bab Pasar Modal. Mari kita mengenal lebih lanjut tentang Bab Pasar Modal ini. Pasar modal merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan ekonomi suatu negara. Melalui pasar modal, perusahaan dapat mengumpulkan dana dari investor untuk melakukan ekspansi atau membiayai proyek-proyek baru. Selain itu, pasar modal juga memberikan kesempatan kepada individu untuk berinvestasi dan mengelola kekayaan mereka dengan harapan mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan.

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda untuk memahami dan terlibat dalam pasar modal, sangat penting bagi murid SMA untuk mempelajari konsep dan praktik investasi. Salah satu cara yang efektif untuk melakukannya adalah melalui praktik simulasi, dan salah satu platform yang populer adalah Stockbit.





Stockbit adalah aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk berinvestasi dalam pasar saham secara virtual. Melalui Stockbit, pengguna dapat membeli dan menjual saham dengan menggunakan uang virtual. Ini memberikan kesempatan bagi murid SMA untuk belajar tentang mekanisme pasar modal tanpa harus mengeluarkan uang riil.

Dengan menggunakan aplikasi Stockbit para murid mendapatkan dana simulasi sebesar Rp100.000.000,00 dengan uang tersebut murid-murid melakukan analisis terhadap saham-saham syariah, dengan menggunakan support & resistent, moving average, MACD dan Bollinger atau teknikal analisis lainnya. Kurang lebih satu bulan murid melakukan simulasi transaksi saham ini. Berikut adalah penampakan sebagaian portofolio dari murid, beragam. Ada yang untung, rugi dan sebagainya.

 







Mengapa penting bagi murid SMA untuk belajar pasar modal? Berikut adalah beberapa alasan yang melatarbelakangi pentingnya pembelajaran ini:

1.       Peningkatan literasi keuangan: Belajar pasar modal memberikan kesempatan kepada murid SMA untuk memahami konsep dasar investasi, seperti risiko dan imbal hasil. Mereka dapat belajar tentang berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, atau reksa dana. Peningkatan literasi keuangan akan membantu mereka membuat keputusan finansial yang lebih baik di masa depan.

2.       Pembelajaran praktis: Dengan menggunakan simulasi seperti Stockbit, murid SMA dapat mengalami secara langsung bagaimana perubahan harga saham mempengaruhi nilai portofolio mereka. Mereka dapat mempelajari strategi investasi, mengikuti tren pasar, dan mengambil keputusan investasi berdasarkan analisis fundamental dan teknikal. Melalui pembelajaran praktis ini, mereka akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang pasar modal.

3.       Pengembangan keterampilan kritis dan analitis: Investasi dalam pasar modal melibatkan analisis data, penelitian, dan evaluasi yang cermat. Murid SMA akan mengembangkan keterampilan kritis dan analitis mereka dalam mengidentifikasi saham-saham yang berpotensi menguntungkan. Mereka juga akan belajar tentang faktor-faktor ekonomi dan politik yang dapat mempengaruhi pasar modal.

Kesadaran akan risiko dan reward: Belajar pasar modal dengan praktik simulasi memberikan kesempatan kepada murid SMA untuk memahami risiko dan reward yang terkait dengan investasi. Mereka akan belajar bahwa investasi tidak selalu menghasilkan keuntungan, dan bahwa ada risiko kerugian yang harus dikelola. Kesadaran ini akan membantu mereka menjadi investor yang lebih bijak dan berhati-hati di masa depan. Membangun kebiasaan investasi: Dengan memulai belajar pasar modal di usia SMA, murid-murid dapat membangun kebiasaan investasi yang baik

                Lantas bagaimana pandangan Agama Islam terhadap transaksi saham ini, kalo kita cari dalil spesifik tentang pasar modal pada jaman Rosulullah dan Para Sahabat tentu tidak akan menemukan tentang Pasar Modal ini. Tapi yakinilah, apapun transaksinya, asalkan tidak melanggar prinsip MAGHRIB (Maisyir, Gharar, dan Riba) insyaAllah halal dan tayyib untuk dilakukan. MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah memberikan fatwa mengenai transaksi saham di pasar modal ini.

                Sampai dengan saat ini, terdapat 17 fatwa DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia) yang berhubungan dengan pasar modal syariah. Lima (5) fatwa DSN-MUI yang menjadi dasar pengembangan pasar modal syariah adalah:

1.       Fatwa DSN-MUI No: 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

2.       Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

3.       Fatwa DSN-MUI No. 124/DSN-MUI/XI/2018 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Pelaksanaan Layanan Jasa Penyimpanan dan PEnyelesaian Transaksi Efek Serta Pengelolaan Infrastruktur Investasi Terpadu.

4.       Fatwa DSN-MUI No. 138/DSN-MUI/V/2020 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Kliring, dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa atas Efek Bersifat Ekuitas di Bursa Efek.

5.       Fatwa DSN-MUI No. 135/DSN-MUI/V/2020 tentang Saham.

                Meskipun fatwa bersifat tidak mengikat, tetapi pada praktiknya fatwa DSN-MUI adalah salah satu rujukan dalam mengembangkan pasar modal syariah Indonesia. Menurut fatwa Dewan Syariah Nasional MUI nomor 80/DSN-MUI/III/2011, telah diberikan panduan tentang cara melakukan transaksi saham yang halal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa investasi saham dapat dianggap halal jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Pada transaksi saham, masih ada unsur aktivitas antara manusia lewat harta benda atau ekonomi (muamalah maliyah) yang dibolehkan pada agama. Hal ini mengacu dalam kaidah fikih yg tertulis pada Fatwa DSN-MUI No. 07/DSN-MUI/IV/2000: “Pada dasarnya, seluruh bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali terdapat dalil yg mengharamkannya.”

Hukum dibolehkannya transaksi saham juga didasari unsur kolaborasi atau perkongsian lantaran pihak pembeli saham menaruh modal pada perusahaan atau emiten untuk perkembangan usahanya. Namun untuk lebih amannya, bagi saudara-saudara sesama muslim yang ingin menekuni dunia pasar modal silahkan bisa terlebih dahulu mencari fatwa-fatwa terkait dari MUI, Ulama khabarir atau Ulama Mashhur seperti Syekh bin Baz, Syekh Utsaimin, dan Syekh Yusuf al-Qaradawi dsb untuk kemudian dibandingkan. Dalam praktiknya, kami sebagai Guru Ekonomi hanya menjelaskan sebatas arahan kurikulum yang ada.  Wallahu a'lam bish-shawabi.

Selasa, 30 Mei 2023

 Pendidikan Kepramukaan: Menggabungkan Praktikalitas dan Keseruan

                Pada Sabtu, 27 Mei 2023 merupakan hari terakhir pelatihan dan pemberian materi kepramukaan di Pramuka Putra SMAIT Assyifa Boarding School Wanareja. Materi yang disampaikan adalah Descending.


Materi descending adalah salah satu konsep penting dalam pendakian gunung yang berfokus pada teknik turun atau menuruni gunung dengan aman dan efisien. Dalam materi descending, peserta didik pramuka Penegak diajarkan tentang berbagai teknik dan strategi yang diperlukan untuk melibas medan menurun dengan keamanan dan kendali penuh.

Pertama, materi descending mencakup pembelajaran tentang teknik penurunan yang benar. Peserta didik belajar tentang penggunaan alat-alat seperti tali, descender, dan harnes, serta teknik mengerem dan menjaga keseimbangan saat menuruni medan terjal. Mereka juga diberikan pengetahuan tentang pengenalan medan, penghindaran bahaya, dan pemilihan rute yang tepat agar dapat menuruni gunung dengan aman.


Selain itu, dalam materi descending, peserta didik juga diajarkan tentang pentingnya komunikasi dan kerjasama tim saat menuruni gunung. Mereka belajar untuk berkoordinasi dengan anggota tim, memberikan instruksi, dan menjaga kontak visual atau verbal saat berada di medan yang sulit. Pembelajaran ini membantu membangun kemampuan komunikasi, kepercayaan, dan kerjasama dalam konteks alam bebas yang menantang.

Secara keseluruhan, materi descending adalah bagian penting dalam pendidikan kepramukaan Penegak yang mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan dalam menuruni gunung dengan aman dan penuh kendali. Melalui pembelajaran teknik turun yang benar, pemahaman medan, dan kerjasama tim, peserta didik pramuka Penegak dapat mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kehati-hatian yang diperlukan dalam petualangan alam.


Pendidikan kepramukaan merupakan pengalaman pembelajaran yang unik dan bernilai bagi para remaja. Salah satu aspek penting dari pendidikan kepramukaan adalah penggabungan praktikalitas dengan keseruan. Pendekatan ini memberikan peluang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung yang menyenangkan, sambil mengembangkan keterampilan praktis dan karakter yang kuat.

Pendidikan kepramukaan yang bersifat praktikal memungkinkan para pramuka Penegak untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan lapangan yang praktis, seperti perkemahan, petualangan alam, pelatihan keterampilan, dan proyek lingkungan, mereka dapat merasakan langsung manfaat dari apa yang telah dipelajari.

Dalam kegiatan lapangan yang praktikal, pramuka Penegak dapat belajar mengenai berbagai hal mulai dari keterampilan bertahan hidup di alam terbuka hingga keterampilan praktis seperti pertolongan pertama, memasak, dan orientasi di alam terbuka. Mereka memiliki kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan ini secara langsung, melalui tangan mereka sendiri, sehingga memperkuat pemahaman dan kemampuan mereka.

Selain itu, pendidikan kepramukaan yang bersifat menyenangkan penting dalam memotivasi peserta didik. Dengan mengadopsi pendekatan yang menarik dan menyenangkan, seperti permainan, lomba, tantangan, dan kegiatan kolaboratif, pramuka Penegak dapat merasakan kegembiraan dan semangat dalam proses belajar mereka. Keseruan ini mendorong partisipasi aktif, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk terus berkembang.

Pendidikan kepramukaan yang bersifat praktikal dan menyenangkan juga membantu membentuk kepribadian yang seimbang. Dalam kegiatan yang menantang dan menyenangkan, pramuka Penegak dapat mengembangkan karakteristik seperti kemandirian, ketahanan, kerjasama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Mereka belajar untuk menghadapi tantangan, bekerja dalam tim, dan mengambil inisiatif.

Dalam keseluruhan, pendidikan kepramukaan yang bersifat praktikal dan menyenangkan adalah pendekatan yang efektif untuk membangun keterampilan, karakter, dan kepemimpinan pada pramuka Penegak. Dengan memberikan pengalaman langsung, peluang eksplorasi, dan kegembiraan dalam pembelajaran, pendidikan kepramukaan membentuk individu yang siap menghadapi tantangan dalam kehidupan nyata. Melalui kombinasi praktikalitas dan keseruan, pramuka Penegak dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.


Senin, 15 Mei 2023


Kegiatan privasi dan profesional kerja tidak boleh dijadikan satu, harus jelas perbedaan mana yang kegiatan privasi dan mana yang profesional kerja. Misal Pak Budi hari ahad ini pergi ke Jogja Subang untuk keperluan belanja bulanan. Kegiatan ini adalah kegiatan pribadi yang dilakukan oleh Pak Budi, artinya setiap biaya yang timbul akibat dari belanjanya Pak Budi maka menjadi tanggungan pribadi Pak Budi.

Lain cerita jika suatu ketika bos pak Budi, Pak Asnawi meminta Pak Budi belanja ke Jogja Subang untuk membeli keperluan kantor. Maka biaya yang timbul akibat dari belanjanya Pak Budi ini perlu ditanggung oleh si pemberi tugas. Bensinnya, parkir, uang makan dan sebagainya. Jangan sampai ketika kita menjadi pemimpin, kemudian kegiatan yang sifat sebetulnya adalah pribadi dan kita selaku pimpinan merubah kegiatan yang sifatnya probadi tadi menjadi kegiatan kerja profesional, maka sudah sewajarnya kita menanggung biaya yang keluar akibat dari amanah tersebut.

Salah satu teori dalam ekonomi yang dapat menjelaskan situasi tersebut adalah teori agensi atau teori agensi-prinsipal (agency theory atau principal-agent theory). Teori agensi membahas hubungan antara seorang prinsipal (pemberi amanah) dan agen (pelaksana amanah) dalam sebuah kontrak atau perjanjian kerja.

Dalam konteks ini, agen bertindak atas nama prinsipal untuk menjalankan tugas-tugas tertentu, tetapi ada biaya yang harus ditanggung oleh prinsipal sebagai akibat dari adanya agensi tersebut. Biaya ini sering disebut sebagai biaya agensi (agency cost).

Biaya agensi muncul karena adanya ketidaksempurnaan informasi, kepentingan yang berbeda antara prinsipal dan agen, dan masalah insentif. Prinsipal mungkin memiliki kepentingan yang berbeda dengan agen dan tidak dapat secara langsung mengamati atau mengendalikan setiap tindakan agen. Ini dapat menghasilkan situasi di mana agen mungkin tidak berperilaku seoptimal mungkin atau tidak bekerja untuk mencapai tujuan prinsipal.

Biaya agensi dapat mencakup berbagai bentuk, seperti biaya pemantauan, biaya kontrak, biaya insentif, biaya moral hazard, dan biaya adverse selection. Biaya-biaya ini timbul karena prinsipal harus mengeluarkan sumber daya tambahan untuk mengatasi masalah-masalah agensi dan memastikan bahwa agen bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal.

Tujuan teori agensi adalah untuk mencari cara-cara yang efisien untuk mengurangi biaya agensi dan mendorong agen untuk bertindak sesuai dengan kepentingan prinsipal. Beberapa strategi yang dapat digunakan mencakup merancang kontrak yang tepat, memberikan insentif yang sesuai, memantau kinerja agen, dan membangun hubungan yang saling menguntungkan antara prinsipal dan agen.

Dalam konteks kegiatan yang sifatnya pribadi, jika kegiatan tersebut dialihkan menjadi amanah profesional, prinsipal harus mengeluarkan biaya untuk menjamin bahwa agen melaksanakan amanah tersebut dengan baik, mengikuti standar profesional, dan memenuhi harapan prinsipal. Biaya tersebut mungkin termasuk biaya pelatihan, biaya lisensi, biaya sertifikasi, atau biaya pemantauan kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh agen.

Dengan menggunakan teori agensi, prinsipal dapat memahami biaya yang terkait dengan mempercayakan kegiatan pribadi kepada agen profesional, serta mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko yang terkait dengan hubungan agensi tersebut.

Dalam sudut pandang Islam pun tidak bisa kita hanya memberi kewajiban tanpa adanya hak yang diberikan. Harus adil, hak dan kewajiban harus ditunaikan dua-duanya.

Pertanyaannya, Sudahkah tempat bekerja teman-teman sekalian membedakan mana yang kegiatan pribadi dan mana yang profesional kerja? Sekalipun ada kegiatan yang sifatnya pribadi dan dijadikan profesional kerja, sudahkah hak teman-teman dipenuhi? Wallahu a'lam bish-shawabi.

Kamis, 04 Mei 2023



Pada abad ke-18, Adam Smith, seorang filsuf ekonomi terkenal, mengembangkan teori yang dikenal sebagai "invisible hand" (tangan tak kasat mata) dalam karyanya yang terkenal, "The Wealth of Nations". Konsep ini menyatakan bahwa dalam suatu sistem pasar yang bebas, tindakan individu yang bermotivasi oleh kepentingan diri mereka sendiri secara tidak langsung akan mengarah pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Meskipun individu bertindak demi kepentingan pribadi, hasil akhirnya akan menguntungkan semua orang melalui mekanisme pasar yang efisien.

Banyak pemikiran dan teori-teori ekonomi yang dibuat oleh beliau dan menjadi landasan berfikir dalam teori ekonomi mikro. Diantara teori yang populer adalah teori Invisble Hand tersebut. Mari kita sedikit belajar tentang teori ini. Pernahkah suatu ketika saudara-saudara bertanya dan memikirkan, kenapa kok barang ini harganya sekian, kenapa tidak sekian saja?

Misal, di depan Pak Andi sekarang ada sebuah papan tulis, harga papan tulis itu diketahui Rp450.000,00 kemudian Pak Andi bertanya-tanya Kenapa kok cuman Rp450.000,00 kenapa tidak Rp1.000.000,00 atau Rp2.000.000,00 saja. Dari manakah ketetapan harga ini muncul?

Dalam pemikiran kaum klasik di ekonomi, terbentuknya harga karena adanya interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) atau mekanisme pasar. Terbentuknya keseimbangan harga karena ada tangan yang tidak kentara (invisible hand) yang menggerakkan demand dan supply sehingga harga menjadi seimbang.

Dalam sejarah pemikiran Ekonomi Islam, konsep menarik yang berkaitan dengan Invisble Hand Adam Smith adalah hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Meskipun berasal dari konteks dan zaman yang berbeda, kedua konsep ini memiliki kesamaan dalam pandangan tentang pasar dan peran Allah atau kekuatan tak kasat mata dalam mengatur rezeki dan harga.

Hadits yang Diucapkan oleh Nabi Muhammad : Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', Orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, harga-harga menjadi mahal. Tetapkanlah harga untuk kami?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya Allah yang pantas menaikkan dan menurunkan harga, Dia-lah yang membatasi dan melapangkan rezeki. Aku harap dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kalian yang menuntutku soal kezaliman dalam darah (nyawa) dan harta.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Nabi Muhammad merespons keluhan umatnya tentang kenaikan harga dengan menyampaikan pesan yang penting. Beliau menyatakan bahwa Allah adalah yang menaikkan dan menurunkan harga serta yang membatasi dan melapangkan rezeki. Nabi Muhammad juga mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Allah di akhirat dalam keadaan tidak ada seorang pun dari umatnya yang menuntutnya atas kezaliman dalam hal pembunuhan atau pencurian harta.

Keterkaitan antara Hadits dan Konsep "Invisible Hand":

Meskipun hadits yang diucapkan oleh Nabi Muhammad dan konsep "invisible hand" Adam Smith berasal dari konteks yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam pemahaman tentang bagaimana harga dan rezeki diatur.

 

1. Pengaturan oleh Allah/Keuangan Tak Kasat Mata:

Kedua konsep ini mengakui peran kekuatan tak kasat mata dalam mengatur rezeki dan harga. Dalam hadits, Nabi Muhammad mengajarkan bahwa Allah-lah yang menentukan kenaikan dan penurunan harga serta yang membatasi dan melapangkan rezeki. Sementara itu, "invisible hand" Adam Smith menyiratkan bahwa mekanisme pasar yang tak kasat mata mengarahkan tindakan individu demi kepentingan diri mereka sendiri menuju keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai umat yang beriman, kita harus meyakini bahwa Allah ta’ala yang menggerakkan segala sesuatu didunia ini. Bahkan jatuhnya daun juga sudah tercatat oleh Allah ta’ala. Maka perkara harga juga demikian. Lantas, apakah kita akan tetap menyebutnya sebagai Tangan Tidak Kentara yang menggerakkan harga-harga barang, atau kita meyakini adanya Allah yang menggerakkan harga-harga tersebut?

2. Relevansi dalam Konteks Ekonomi:

Kedua konsep ini memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Hadits tersebut mengingatkan umat Muslim untuk bersabar dan bertawakkal kepada Allah dalam menghadapi situasi ekonomi yang sulit, sementara konsep "invisible hand" Adam Smith menekankan pentingnya mekanisme pasar dalam terbentuknya harga.

Untuk pembahasan yang terahir, mari kita urutkan secara kronologis. Adam Smith mengeluarkan buku The Wealth Of Nations yang memuat teori invisible hand pada tahun 1776 masehi. Konsep mekanisme pasar baru digali dan dipelajari oleh para ekonom di abad 18 an.

Sedangkan kalau kita runut kronologis hidup Rasulullah. Rasulullah menerima wahyu pertama dari Allah ta’ala pada tahun 610 Masehi (tahun ke-40 umur beliau) di gua Hira. Setelah menerima wahyu tersebut, Rasulullah menjadi nabi dan rasul yang mengemban misi menyampaikan ajaran Islam kepada umat manusia. Rasulullah hidup hingga tahun 632 Masehi (tahun ke-11 Hijriah). Jadi, waktu antara menerima wahyu pertama hingga wafatnya Rasulullah adalah sekitar 22 tahun dalam hitungan Masehi atau sekitar 11 tahun dalam hitungan Hijriah.

Dari runutan kronologis tadi, kurang lebih 1000 tahun setelahnya baru muncul teori yang dikemukakan oleh Adam Smith. Yang jadi pertanyaan? Kitabnya ada, haditsnya ada. Kenapa hampir sebagian teori, baik Ekonomi atau bidang lainnya yang semisal muncul dan berasalnya dari barat? Kemudian setelah orang barat mengeluaran banyak daya dan upaya untuk melakukan penelitian, kita selaku umat islam tinggal, itu sudah ada di Al-Qur’an, itu sudah ada di hadits? Apakah kurang penelitian dan kajian ilmiah di generasi islam? Apakah ini salah satu alasan mundurnya ilmu pengetahuan di umat islam? Wallahu a'lam bish-shawabi.

Minggu, 30 April 2023

 


Dalam dunia ekonomi, terdapat berbagai teori dan konsep yang membahas tentang bagaimana masyarakat mengelola kekayaan dan mengatur kegiatan ekonomi. Salah satu teori yang menarik perhatian adalah "Paradox of Thrift" atau paradoks kekayaan yang dikemukakan oleh ekonom terkenal, John Maynard Keynes. Konsep ini menyoroti dampak paradoksal dari menabung secara berlebihan oleh individu atau masyarakat secara keseluruhan. Namun, dalam konteks keuangan Islam, terdapat aturan yang mengarah pada pemerataan kekayaan dan pengelolaan yang adil, salah satunya melalui konsep wakaf. Artikel ini akan menjelaskan hubungan antara paradoks kekayaan, teori Keynes, dan konsep wakaf dalam perspektif ekonomi Islam.

Paradoks Kekayaan dan Teori Keynes:

Dalam teori paradoks kekayaan, Keynes menjelaskan bahwa menabung secara berlebihan oleh individu atau masyarakat dapat memiliki dampak negatif pada perekonomian secara keseluruhan. Ketika orang-orang menabung lebih banyak, pengeluaran konsumsi menurun, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan permintaan agregat. Dampaknya adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan produksi, dan bahkan risiko resesi. Teori ini menyoroti pentingnya konsumsi yang cukup untuk menjaga kelancaran ekonomi.

Konsep Wakaf dalam Islam:

Dalam konteks keuangan Islam, terdapat prinsip-prinsip yang mengatur bagaimana kekayaan harus dikelola agar adil dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Salah satu konsep yang relevan adalah wakaf. Wakaf adalah bentuk investasi sosial yang melibatkan pengalihan kekayaan dan aset kepada umum atau amal yang bermanfaat. Prinsip wakaf melarang akumulasi kekayaan yang tidak adil pada segelintir individu, dan sebaliknya, mendorong distribusi kekayaan yang lebih merata. Melalui wakaf, kekayaan dialokasikan untuk tujuan sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan umum.

Hubungan antara Paradoks Kekayaan dan Konsep Wakaf:

Hubungan antara paradoks kekayaan dan konsep wakaf dapat dipahami sebagai upaya untuk mengatasi masalah akumulasi kekayaan yang tidak seimbang. Paradoks kekayaan mengingatkan kita tentang bahaya menabung berlebihan dan mereduksi konsumsi yang dapat berdampak negatif pada perekonomian. Di sisi lain, konsep wakaf dalam Islam mendorong pengelolaan kekayaan yang adil dan penggunaan yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan mengalokasikan sebagian kekayaan untuk wakaf, individu dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya memertahankan keadilan ekonomi dan memperkuat pemerataan kekayaan. Dalam konteks ekonomi Islam, konsep wakaf berfungsi sebagai instrumen untuk memperbaiki paradoks kekayaan yang ditimbulkan oleh tabungan berlebihan.

Melalui wakaf, kekayaan yang diwakafkan tidak hanya disimpan secara pasif, tetapi digunakan untuk membangun dan memelihara fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, masjid, atau pusat pelayanan masyarakat. Dengan demikian, wakaf memungkinkan distribusi kekayaan secara efektif kepada seluruh masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu.

Konsep wakaf juga menggalang partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan kekayaan. Individu atau kelompok dapat menyumbangkan sebagian kekayaan mereka sebagai wakaf dan secara bersama-sama berkontribusi untuk membangun dan memelihara aset tersebut. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat dan membangun solidaritas dalam masyarakat.

Dengan menghubungkan paradoks kekayaan dengan konsep wakaf, kita dapat melihat bahwa dalam sistem ekonomi yang adil, kekayaan harus dikelola secara bijaksana dan digunakan untuk kepentingan umum. Tabungan yang berlebihan dan akumulasi kekayaan yang tidak adil dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi dan sosial. Melalui wakaf, konsep redistribusi kekayaan, kita dapat mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Dalam pandangan Islam, kekayaan adalah amanah dari Allah, dan setiap individu bertanggung jawab untuk menggunakan kekayaannya dengan bijak dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan sosial. Melalui pengimplementasian konsep wakaf, kita dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat, serta membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan.

Pertanyaan terakhir, sudah siapkah tabunganmu yang bejibun itu kelak dihisab oleh Allah ta'ala? dari mana dapatnya dan dipergunakan untuk apa tabungan tersebut? Atau justru tidak digunakan untuk apa-apa tabungannya, hanya di akumulasi hingga banyak dan kita masuk kategori orang yang menahan hartanya dan tidak ikut serta memajukan ekonomi umat lewat wakaf? Wallahu a'lam bish-shawabi.

Sabtu, 01 April 2023

Puncak gunung merapi mengepulkan awan wedus gembel, pertanda siap memuntahkan lava panas. angin bergemuruh, petir menyambar luar biasa.

duar, duar, duar.

sejak seminggu yang lalu, pendakian ke gunung merapi sudah di tutup, karna kondisi di puncak yang tidak memungkinkan, sedang terjadi badai.

satria, pemuda 21 tahun. tanpa memperdulikan peringatan larangan mendaki, tetap nekat mendaki gunung merapi.

satria :" harus tetap mendaki, walaupun badai juga tidak masalah, sudah kadung janji". Ucap satria dalam hati.

dengan perlengkapan yang sudah disiapkan, satria tetap melanjutkan pendakian, satria mendaki lewat jalur kaliurang. Banyak petugas yang sudah berjaga-jaga di pos untuk menghentikan pendaki melalui jalur tersebut.

satria mengendap-endap sampai melempar batu ke arah berlawanan agar mengecoh penjaga di pos pendakian. dengan perlahan namun pasti satria mampu melewati pos keamanan dengan aman.

kompas yang ada di tas satria langsung diambil, kompas bidik. tidak sia-sia satria aktif dalam gerakan pramuka. langsung arahkan kompas bidik ke puncak merapi, ketemu derajat 230. ke arah utara. langsung kunci arah tersebut.

dengan pasti walaupun keadaan sekitar kurang nyaman, sedang badai. satria tetap berjalan sesuai jalur. sesekali satria istrahat untuk memakan cemilan yang sudah dibawa.

satria membawa misi yang sangat penting, sudah terlanjur janji dengan almarhum kakeknya, untuk menebar abu kakeknya di puncak merapi.

kakek satria, eyang wisnu, masih menganut agama hindu, baru dari genarasi ayahnya, banyak yang sudah muallaf. namun perbedaan agama tadi tidak mengurangi sedikitpun kecintaan eyang wisnu kepada satria.

suatu ketika pernah kejadian satria jatuh ketika bermain di jalan, dengan sigap eyang wisnu langsung menggendong dan menenangkan satria yang nangis tersedu-sedu. darah mengucur di kening satria, dengan tenang eyang wisnu mengusap luka tadi, kemudian berkata "cah lanang ojo gampang nangis, kuat yo le. Sesuk simbah tukoke es krim"

"huuuu,huuuu, loro mbah, loro banget, kui tenan yo mbah, tumbaske es krim, sing okeh".

"Iyo, tenan. menengo, iki yo wis mandeg le, ora ngucur meneh getihe".

1 tahun lalu eyang wisnu di vonis kanker oleh dokter, stadium 4. Sudah menjalani kemoterapi beberapa kali. Satria berulang kali mengantar kakeknya sekolah. Sedih rasanya, kakek semakin kurus, tidak selincah dulu. 

"Satria ngenteni rene yo mbah, ijin dulu kuliahnya, oleh yo mbah?" minta ku pada kakek

"Le, mangkat kuliah rono. simbah dewea ra popo?'

Begitulah Eyang Wisnu, selalu kuat menanggung semuanya sendiri...

                                                ---To Be Continued---

Kamis, 16 Juni 2022

Belajar Ekonomi; Elastisitas

by: Satrio Wijoyo

Pernahkah anda belanja untuk membeli barang yang anda sukai di suatu pasar, kemudian setelah dicek ternyata barang yang anda sukai tadi naik harganya? Disinilah anda mengalami dilema, apakah tetap membeli atau tidak? dalam teori ekonomi mikro, perkara ini dibahas secara mendalam dalam sebuah bab. Bab tersebut adalah Bab Elastisitas Harga.

Konsep elastisitas dapat dijelaskan menggunakan logika kesetiaan dalam hal tanggapan atau respons terhadap perubahan. Elastisitas mengukur sejauh mana suatu benda atau sistem dapat berubah atau beradaptasi sebagai tanggapan terhadap perubahan pada faktor-faktor eksternal.

Mari kita gunakan analogi kesetiaan dalam hubungan antara pelanggan dan penjual dalam sebuah toko. Ketika harga suatu produk naik, seberapa banyak pelanggan tetap setia dan melanjutkan pembelian di toko tersebut? Sebaliknya, jika harga turun, seberapa banyak pelanggan baru tertarik dan beralih ke toko tersebut?

Dalam hal ini, elastisitas harga mengacu pada seberapa responsifnya pelanggan dalam merespons perubahan harga. Jika pelanggan sangat setia dan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga, elastisitas harga rendah. Dalam hal ini, perubahan harga tidak secara signifikan memengaruhi tingkat permintaan atau kesetiaan pelanggan.

Namun, jika pelanggan sangat sensitif terhadap perubahan harga, elastisitas harga tinggi. Ketika harga naik, pelanggan cenderung beralih ke toko lain yang menawarkan harga lebih murah. Sebaliknya, ketika harga turun, pelanggan baru tertarik dan berpindah ke toko tersebut. Dalam hal ini, perubahan harga berdampak signifikan pada tingkat permintaan dan kesetiaan pelanggan.

Dengan demikian, elastisitas memahami logika kesetiaan dalam hal respons terhadap perubahan. Semakin responsif pelanggan terhadap perubahan dalam faktor-faktor seperti harga, pendapatan, atau preferensi, semakin tinggi elastisitasnya. Sebaliknya, semakin sedikit respons yang terjadi, semakin rendah elastisitasnya.

Dalam konsep Elastisitas Harga ada barang yang masuk dalam sifat Inelastis Sempurna. Suatu barang yang masuk dalam kategori Inelastis Sempurna memiliki nilai elastisitas sama dengan nol. Artinya, perubahan kenaikan harga berapapun tidak akan membuat seseorang mengurangi konsumsinya terhadap suatu barang. Atau kita sebut konsumen tersebut sangat setia terhadap barang tersebut.

Misal, Ustadz Rasyid Baswedan sangat menyukai pomade merk syifa hair. Setiap bulannya Ustadz Rasyid biasa membeli sebanyak 2 pcs di harga Rp5.000,00 per pcs. Bulan depan ketika hendak membeli lagi, harga pomadenya naik menjadi Rp20.000 per pcs. Kenaikan harga tadi ternyata tidak mempengaruhi keputusan Ustadz Rasyid untuk membeli pomade tersebut, beliau tetap membeli 2 pcs sama seperti bulan sebelumnya. Inilah kategori barang yang memiliki sifat inelasis sempurna, konsumen sangat setia terhadap barang tersebut.

Mari kita coba kaitkan konsep kesetiaan ini dengan konsep kesetiaan terhadap Tuhan. Konsep kesetiaan terhadap Tuhan adalah konsep yang berkaitan dengan hubungan spiritual dan religius seseorang dengan Tuhan atau kepercayaan agamanya. Sementara itu, elastisitas harga yang sifatnya inelastis sempurna mengacu pada situasi di mana perubahan harga tidak berdampak pada tingkat permintaan atau kesetiaan pelanggan.

Meskipun konsep ini berbeda dalam konteksnya, kita dapat menarik sebuah analogi untuk menghubungkannya. Analogi ini lebih pada tingkat kesetiaan yang tidak tergoyahkan terhadap suatu kepercayaan atau keyakinan, seperti kesetiaan yang tak tergoyahkan terhadap Tuhan.

Ketika seseorang memiliki kesetiaan yang tak tergoyahkan terhadap Tuhan, artinya mereka memiliki keyakinan yang kuat dan teguh dalam agama atau kepercayaan mereka. Tidak ada perubahan atau perubahan eksternal yang dapat menggoyahkan iman mereka dalam Tuhan. Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa kesetiaan mereka terhadap Tuhan memiliki sifat inelastis sempurna.

Demikian pula, dalam konteks elastisitas harga yang sifatnya inelastis sempurna, permintaan tidak terpengaruh oleh perubahan harga. Ini berarti konsumen tetap setia dan mempertahankan tingkat pembelian yang sama tanpa memperhatikan perubahan harga. Mirip dengan kesetiaan terhadap Tuhan, kesetiaan ini adalah kesetiaan yang kuat dan tak tergoyahkan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan, tidak peduli dengan fluktuasi harga.

Namun, perlu diingat bahwa elastisitas harga yang sifatnya inelastis sempurna sangat jarang terjadi dalam praktek ekonomi. Mayoritas produk dan layanan memiliki tingkat elastisitas harga yang berbeda, di mana perubahan harga memengaruhi tingkat permintaan. Analogi ini hanya mencoba menggambarkan kesetiaan yang tak tergoyahkan terhadap Tuhan dengan konsep elastisitas harga yang sifatnya inelastis sempurna sebagai perbandingan yang lebih mudah dipahami.

Sebagai penutup silahkan jawab pertanyaan ini, seberapa besarkah nilai elastisitas (kesetiaanmu) kepada Tuhan yang menciptakanmu?

Wallahu a'lam bi sawab.