Design by Theme Junkie | Blogger Template by NewBloggerThemes.com

Mau Nyari Apa?

Cari Disini Ya!

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)

Loading...

#blog-pager{font-size:normal}.showpageArea{font-family:verdana,arial,helvetica;color:#000;font-size:11px;margin:10px}.showpageArea a{color:#000;text-shadow:0 1px 2px #fff;font-weight:normal}.showpageNum a{padding:2px 8px;margin:0 4px;text-decoration:none;border-bottom:2px solid #5fb404;border-top:2px solid #5fb404;background:#effbf5}.showpageNum a:hover{border-bottom:2px solid #df01d7;background:#a9f5f2;border-top:2px solid #df01d7}.showpageOf{margin:0 4px 0 0}.showpagePoint{color:#fff;text-shadow:0 1px 2px #333;padding:2px 8px;margin:2px;font-weight:700;border-bottom:2px solid #5e610b;border-top:2px solid #5e610b;background:#5e610b;text-decoration:none}
Diberdayakan oleh Blogger.

Berlangganan

Blogger templates

Blogroll

Belajar Ekonomi; Biaya Peluang atau Opportunity Cost

  Menurut Paul A. Samuelson, Economics is the science of choice . Dalam setiap keputusan yang muncul di depan kita, apakah memutuskan untuk ...

Senin, 11 Oktober 2021

 






PANDUAN PRAKTIKUM

NAVIGASI DARAT

 

Disampaikan Pada Acara Perkemahan Bakti (Perti)

Rangkaian Acara Pelantikan dan Pengukuhan Pramuka Tingkat Bantara (Lakusakumban) 2021

SMAIT Assyifa Boarding School Wanareja

 

 

 



 

AMBALAN SAIFUDDIN QUTUZ

GUGUS DEPAN 01.281

PANGKALAN SMAIT ASSYIFA BOARDING SCHOOL WANAREJA

A.   Navigasi Darat

Navigasi darat adalah bagian dari ilmu untuk menentukan posisi suatu objek dan arah perjalanan, baik pada medan sebenarnya maupun pada peta. Kemampuan membaca dan memahami peta, menggunakan alat navigasi untuk menentukan posisi serta menganalisa dan memberikan asumsi awal terhadap medan yang dilalui merupakan salah satu dari keahlian dasar yang perlu dimiliki oleh setiap penggiat alam bebas.

Hal tersebut merupakan bekal awal dalam merencanakan dan melakukan kegiatan di alam terbuka maupun dalam usaha pencarian atau penyelamatan korban kecelakaan / tersesat. Berikut beberapa pemahaman dasar yang dapat digunakan untuk mempelajari dan berlatih lebih lanjut mengenai ilmu medan, peta dan kompas (IMPK).

 

1.    Peta

Peta adalah gambaran unsur – unsur alam dan atau buatan manusia, yang berada di atas atau bawah permukaan bumi dan digambarkan pada bidang datar dengan proyeksi tertentu dalam ukuran yang diperkecil yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan secara visual maupun matematis.


           Jenis Peta berdasarkan penggunaan, dapat dibedakan sebagai berikut.

1)    Peta Dasar : Dibuat untuk membuat peta turunan, perencanaan maupun pengembangan wilayah. Umumnya menggunakan peta topografi. 

2)    Peta Tematik : Menyajikan isi dan untuk kepentingan tertentu dengan menggunakan peta dasar untuk meletakan info tematiknya. 

Jenis Peta Berdasarkan Isi, dapat dibedakan sebagai berikut.

 1)    Peta Topografi (Topographic Map), menampilkan Menampilkan sebagian unsur buatan manusia dan unsur alam dengan proyeksi tertentu.

2)    Peta Hidrografi, menampilkan informasi kedalaman dan keadaan dasar laut serta info lainnya untuk kepentingan pelayaran.

3) Peta Geologi, menampilkan informasi keadaan geologis.

4)    Peta Geografi, menampilkan informasi ikhtisar peta dengan skala kecil dari 1 : 100.000.

5) Peta Kadaster, menampilkan informasi kepemilikan tanah dan batasnya.

6)  Peta irigasi, menampilkan informasi jaringan irigasi.

7) Peta Jalan, menampilkaninformasi jaringan jalan.

8)    Peta Kota, menampilkan informasi jaringan transportasi, drainase, sarana kota, dll

Jenis peta berdasarkan skala dapat dibedakan sebagai berikut.

1) Peta skala besar, dengan skala lebih besar dari 1 : 10.000.

2) Peta skala sedang, dengan skala kecil dari 1 : 10.000, besar dari 1 : 100.000.

3) Peta skala kecil, dengan skala kecil dari 1 : 100.000.

2.    Kompas

Kompas adalah alat penunjuk arah. Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas akan selalu menunjuk arah Utara-Selatan. Akan tetapi perlu diingat bahwa arah yang ditunjuk oleh jarum kompas tersebut adalah arah utara magnetis bumi. Jadi bukan utara bumi sebenarnya.

Secara fisik kompas terdiri atas:

a. Badan, tempat komponen-komponen kompas lainnya berada.

b. Jarum, selalu menunjuk arah Utara-Selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat, kompas tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya).

c. Skala penunjuk, menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin.

Kompas dipakai dengan posisi horizontal sesuai dengan arah garis medan magnet bumi. Dalam memakai kompas, perlu dijauhkan dari pengaruh benda-benda yang mengandung logam, seperti pisau, golok, karabiner, tiang tenda, jam tangan, dan lainnya. Kehadiran benda-benda tersebut akan mempengaruhi jarum kompas sehingga ketepatannya akan berkurang.

 


3.  Orientasi Peta

Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (menyamakan Utara Peta dan Utara Sebenarnya). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada di lokasi. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung, bukit, sungai, ataupun tanda-tanda medan lainnya. Atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambaran kontur yang ada pada peta. Untuk keperluan praktis, Utara Kompas (Utara Magnetis) dapat dianggap satu titik dengan Utara Sebenarnya, tanpa memperhitungkan adanya deklinasi.

Langkah-langkah orientasi peta, yaitu sebagai berikut:

a. cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang mencolok.

b. Letakkan peta pada bidang datar.Samakan Utara Peta dan Utara Kompas, dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi.

c. Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol di sekeliling dan temukan tanda-tanda medan tersebut di dalam peta. Lakukan untuk beberapa tanda medan.

d. Ingat tanda-tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya di medan sebenarnya maupun di peta. Ingat hal-hal yang khas dari setiap tanda medan.    

4.  Arah Utara

a. Utara Sebenarnya / Utara Geografi (Truth North / Geographical North, US / TN) diberi simbol * , arah utara yang ditunjukan garis bujur (meridian) dan menuju ke kutub utara bumi atau titik pertemuan garis bujur bumi.

b. Utara peta / Utara Grid (Grid North, UP / GN) diberi simbol GN, arah utara yang ditunjukan garis koordinat tegak peta ke arah atas

c. Utara magnetik (Magnetic North, UM) diberi simbol T (anak panah separuh), arah utara yang ditunjukan jarum kompas menuju kutub utara magnetik bumi.

5.  Azimuth dan Back Azimuth

Azimuth atau bearing adalah sudut antara satu titik dan arah utara dari seorang pengamat. Perlu diingat, pengamat dimanapun berada adalah titik pusat dari suatu lingkaran imajiner. Azimuth disebut juga sudut kompas. Bila kita berjalan dari suatu titik ke titik lain dengan sudut kompas tetap (istilah populernya potong kompas) maka harus diusahakan agar lintasannya berupa satu garis lurus. Untuk itu digunakan teknik back azimuth (back bearing). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikkan kompas ke muka dan ke belakang pada jarak tertentu. 


Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung juga sudut dari titik akhir ke titik awal, kebalikan arah perjalanan. Sudut yang terakhir ini adalah sudut back azimuth.

2. Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan (pohon besar, pohon tumbang, longsoran tebing, susunan pohon yang khas, ujung kampong dan sebagainya).

3.    Bidikkan kompas sesuai dengan arah perjalanan kita (sudut kompas). Perhatikan tanda medan lain di ujung lintasan yang akan dilalui pada arah itu.

4.   Setelah sampai pada tanda medan itu, bidikkan kompas kembali ke belakang (sudut back azimuth) untuk mengecek apakah anda berada pada lintasan yang diinginkan. Bergeserlah ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan back azimuth yang benar.

5.  Seringkali tidak ada tanda medan yang dapat dijadikan sasaran. Dalam hal ini, anda dan seorang rekan akan menjadi tanda tersebut.

Menentukan back azimuth adalah apabila azimuthnya kurang dari 180O maka ditambahkan 180O, jika lebih dari 180O maka dikurangi 180O.

6.  Reseksi

Reseksi adalah menentukan posisi kota pada peta. Menentukan posisi kita di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik reseksi membutuhkan alam terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu seluruh tanda medan harus dibidik. Jika kita sedang berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu mencari satu tanda medan lainnya yang dibidik. 




Langkah-langkah reseksi, yaitu sebagai berikut.


1. lakukan orientasi peta

2. cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal dua buah (B dan C).

3. buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut.

4. bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita

5. dengan busur dan penggaris, pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya (Back Azimuth).

6. perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta (A).

7.  Interseksi

Interseksi adalah menentukan posisi suatu objek pada peta. Menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Interseksi digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat di lapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada interseksi kita harus sudah yakin pada posisi kita di peta.langkah- langkah melakukan interseksi, yaitu sebagai berikut.

1.  lakukan orientasi dan pastikan posisi kita (A).

2. bidik objek yang kita amati (c)

3.    pindahkan sudut yang didapat ke peta

4.  bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta (B). lakukan langkah b dan c.

5. perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi objek yang dimaksud (C).



8.  Interpretasi dan Analisa Peta Topografi

Sebelum melakukan perjalanan untuk memahami kondisi medan sebenarnya berdasarkan informasi pada peta sehingga dapat digunakan sebagai asumsi awal dalam penyusunan rencana perjalanan.

Interpretasi dan analisa peta ini dapat dilakukan dari :

a.  Informasi Dasar Peta

Seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta, lokasi daerah dan titik ekstrim seperti perkampungan (nama daerah, nama jalan, nama sungai, nama gunung dan bentukan alam lain), perpotongan sungai, jalan, ketinggian suatu titik, kerapatan kontur berdasarkan pemahaman tentang sifat kontur yang dapat digunakan untuk memperkirakan jarak dan waktu tempuh, karakter medan / kemiringan (terjal/landai), vegetasi, dll. 

b.  Tanda Medan

Melakukan analisa bentuk kontur yang tergambar pada peta untuk mendapatkan gambaran medan sebenarnya. Mengenali tanda medan ini dapat dilakukan berdasarkan sifat garis kontur yaitu : 

1. Perbedaan tinggi antara 2 kontur adalah setengah dari angka ribuan pada skala yang dinyatakan dalam satuan meter (biasanya tertera pada setiap peta topografi).

2. Kontur yang rendah selalu mengelilingi kontur yang lebih tinggi, kecuali untuk kawah.

3. Antar kontur tidak akan saling berpotongan, kecuali berhimpit pada lembah yang sangat curam dimana terdapat air terjun

4. Kontur yang bebentuk seperti huruf V dari pusat kontur merupakan punggungan dan yang berbentuk seperti huruf V terbalik dari pusat kontur adalah lembahan.

5. Kontur terputus-putus menyatakan ketinggian setengah atau lebih dari perbedaan tinggi antara 2 buah kontur berurut. 

6. Makin rapat kontur, menunjukkan daerah yang makin terjal/curam.

7. Saddle adalah daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian

8. Pass adalah celah memanjang yang membelah suatu ketinggian

9. Bentukan sungai dapat terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian tingkat kontur, biasanya terdapat pada lembahan dan namanya tertera mengikuti alur sungai.

Dalam kondisi sebenarnya, sering kali teknik cross bearing tidak selalu dapat dilakukan seperti karena faktor cuaca atau tidak terlihatnya titik ekstrim yang dapat dijadikan acuan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam kondisi seperti ini adalah dengan melakukan analisa dan interpretasi peta untuk kemudian dapat dibandingkan hasilnya dengan medan sekitar, serta merunutnya dari titik awal perjalanan.

Oleh karena itu, biasakan untuk mempelajari, menandai dan melakukan sebanyak mungkin analisa medan selama perjalanan serta melakukan cross check perkiraan awal tadi dengan fakta yang didapatkan di lapangan. Semakin banyak kita mengetahui tanda – tanda medan yang dilalui, semakin memahami pula kita tentang sifat dan tingkat kesulitan medan tersebut yang akan sangat berguna selama melakukan perjalanan dan dalam situasi darurat.

Namun, navigasi darat adalah ilmu praktis, yang hanya dapat terasah jika dipraktekkan langsung pada kondisi sebenarnya. Pemahaman mengenai teori dan konsep hanyalah membantu untuk memahami ilmu navigasi, bukan menjamin kemampuan navigasi darat seseorang.

Langkah-langkahnya:

1. tentukan beberapa titik yang menyebar

2. arahkan dengan menggunakan kompas

3.  dipeta buat dengan busur derajat

4.  titik perpotongannya merupakan titik yang dituju

Alat yang digunakan untuk reseksi dan interseksi, yaitu kompas, busur derajat, penggaris, pensil, dan penghapus. Dalam menentukan reseksi dan interseksi, harus membuat patokan arah utara.

 

Daftar Pustaka

Adiyuwono, N.S. 1995. Teknik Membaca Peta dan Kompas. Angkasa. Bandung                Azha,      Aksan. 2006.               Dasar      Navigasi               Darat.         http://www.daksina.org.


GEGAMA. 2004. ”Materi Dasar Kepecintaalaman”. Yogyakarta : mahasiswa Pecinta        Alam    Fakultas                        Geografi     (Tidak               diterbitkan)


                       . - . ”Diktat Kursus Navigasi Darat ’”. Bandung : Yayasan Kapinis  Indonesia (Tidak Diterbitkan).


Wanadri. 2008. Diktat Pendidkan Dasar Wanadri. Badan Diklat Wanadri.(Tidak diterbitkan)


 

LAKUSAKUMLAK (Pelantikan dan Pengukuhan Satuan Pramuka Tingkat Laksana) 2021

Gugus depan 01.281

Ambalan Saifuddin Qutuz

Pangkalan SMAIT Assyifa Boarding School Wanareja

26 September 2021

 

Alhamdulillah, ambalan Saifuddin Qutuz telah melakukan serangkaian acara LAKUSAKUMLAK (Pelantikan dan Pengukuhan Satuan Pramuka Tingkat Laksana), dimulai dari Ujian SKU (Syarat Kecakapan Umum) kemudian kegiatan pengembaraan yang dilakukan pada hari Ahad, tanggal 26 September 2021.




Kemudian pada hari sabtu, tanggal 9 Oktober 2021 dilakukanlah upacara adat pelantikan dan pengukuhan.









Berikut adalah rangkaian prosesi upacara adat pelantikan yang sudah dilakukan;

 

UPACARA PELANTIKAN PENEGAK LAKSANA

Upacara Kenaikan Tingkat Ke Penegak Laksana

A.        Petugas

1.       Yang melantik Mabigus Penegaknya sendiri

2.       Pembina Pramuka

3.       Pemimpin Upacara

4.       MC

5.       Dewan Ambalan calon penegak laksana

6.       Petugas pembawa teks tanya jawab

7.       Petugas pembawa tanda-tanda /lencana

8.       Petugas pengibar bendera

9.       Petugas Doa

B.   Alat Perlengkapan

1.       Bendera Merah Putih

2.       Bendera Pandu Dunia

3.       Bendera Ambalan

4.       Dasa Darma

5.       Buku tanya jawab pelantikan

6.       Senjata Adat

 

C.      Jalannya Upacara

Didahului dengan : Gladi Upacara Adat (Kamis, 30 September 2021)

SUSUNAN UPACARA ADAT PELANTIKAN LAKSANA

1.       MC: “Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara”

2.       MC: “Penghormatan kepada pemimpin upacara dipimpin oleh barisan paling kanan”

3.       MC: “Pembina upacara memasuki lapangan upacara”

4.       MC: “Penghormatan kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara”

5.       MC: “Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara”

6.       MC: “Dewan adat menyiapkan Dewan Ambalan calon penegak Laksana”

(Dewan adat sudah membawa senjata adat).

7.       MC: “Laporan Dewan adat kepada Mabigus selaku pembina upacara”

 “ Lapor, Kakak Mabigus, Saya hadapkan Penegak Bantara yang selesai menempuh ujian syarat-syarat Penegak Laksana dan maju dalam usahanya, dengan maksud agar kepadanya diberikan kenaikan tingkat menjadi Penegak Laksana “.

Pembina Upacara :” Lanjutkan”.

8.       MC: “Prosesi membuka “Senjata Adat” Sebagai Simbol dibukanya Upacara Adat”

Dewan adat: “Dengan di bukanya selongsong senjata adat, Ambalan Saifuddin Qutuz, Gudep 01.281, Pangkalan SMAIT Assfiya Boarding School Wanareja, maka upacara adat kenaikan tingkat Laksana resmi dibuka”

(Baca Bismillah, Buka selongsong pedang, dan arahkan ke atas, Ucapkan, “Saifuddin Qutuz jaya”)

(Setelah dibuka, senjata adat diletakkan ditempat yang sudah disiapkan).

9.       Menyanyikan lagu Indonesia Raya

MC: “ Para Penegak Laksana, dengan mendukung tegak lambang utama Indonesia dan di bawah lambaiannya kumandangkanlah bersama-sama gema perjuangan kita, Pengibaran bendera merah putih diiringi Lagu Indonesia Raya“.

 

10.   Pembacaan Dasa Darma

MC: “ Hadirin semua camkanlah Dasa Darma Pramuka Indonesia “

Petugas Dasa Darma membaca dasa darma pramuka

 

11.   Tanya jawab Upacara

MC: “Tanya Jawab Kakak-kakak calon laksana oleh Pembina Upacara”

 

Isi Teks Tanya Jawab

Pembina Upacara:“ Penegak Bantara, warga Ambalan telah mufakat untuk memberikan kenaikan tingkat kepadamu menjadi Penegak Laksana, ialah tingkat kemajuan dari Siaga (mula-bantu-tata), Penggalang (ramu-rakit-terap) dan Penegak Bantara, ini bermakna bulatlah sudah tanggung jawabmu sebagai Penegak Indonesia, pada khususnya teman-temanmu, kawan-kawanmu, saudara-saudaramu dalam pergaulan sehari-hari, lebih teristimewa lagi adik-adikmu para Siaga, Penggalang dan Penegak Bantara untuk memberikan kepada mereka : teladan, tuntunan dan pertolongan yang baik dan berguna bagi mereka dalam daya upaya mereka, membina dirinya sendiri serta sopan, simpatik dan terhormat.

Pembina Upacara “Sukakah dan Relakah adik menerima tugas dan tanggung jawab ini ?”

Penegak Laksana: “Saya suka dan rela serta sedia dan tanggung jawab”

Pembina Upacara: “Untuk menunaikan tugas itu berarti adik berkewajiban untuk senantiasa berjuang dengan rasa tanggung jawab, tetapi juga dengan gembira. Berjuang untuk tetap membina dirimu sendiri dan orang lain menjadi manusia Indonesia Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan yang dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945. Pancasilais tinggi harkat dan martabatnya, tinggi kecerdasan dan keterampilannya, serta kuat dan sehat badannya.

Manusia Indonesia Pancasila yang kuat kepribadiannya, yang bebas tidak tergantung dari kedermawanan orang lain. Bebas tidak menjadi kuda tunggangan bagi siapapun juga.

Tetapi juga yang bercinta kasih, berkeadilan, berkepantasan dan berkeberanian untuk berkorban. Pendek kata yang juga sopan dan terhormat dalam batas-batas kemampuan dan kesempatan yang terbuka bagimu,

Sanggupkah adik menunaikan tugas dan tanggung jawab yang sedemikian itu ?”

Penegak Laksana: “Dengan pertolongan Allah Yang Maha Esa, saya sanggup”

Pembina Upacara: “Kukuhkanlah penerimaanmu dengan mengulang janjimu sebagai Pramuka Indonesia“.

Penegak Laksana: ( mengucapkan Tri Satya )

Pembina Upacara: “ Kukuhkanlah penerimaan kepercayaan ini olehmu sebagai tanda lahiriah, kenakanlah sekarang Tanda Tingkat kemajuan karyamu “.

(petugas pembawa tanda maju)

“ Adik-adik Penegak, Penegak Laksana baru akan memperkokoh Ambalanmu dan barisan Penegak Indonesia di seluruh tanah air”

MC: “Penyematan Tanda Laksana secara simbolis oleh pembina Upacara”

Pembina Upacara memasang tanda laksana

MC : “pemasangan tanda laksana diikuti oleh anggota dewan ambalan lainnya” (dibaca setelah pemasangan simbolis oleh pembina upacara selesai dilakukan”.

MC: “Kakak dewan adat, antarlah Penegak Laksana yang baru ketempatnya dalam Ambalanmu“.

(Dewan adat dan Penegak Laksana kembali ketempat).

12.   MC: “Pembacaan Do’a”

13.   MC:” Laporan Pemimpin Upacara kepada pembina upacara”

Pemimpin Upcara” Kakak Pembina, Upacara kenaikan tingkat telah selesai “.

Pembina Upacara: “ Bubarkan”.

Pemimpin Upacara: “Siap Bubarkan”.

 

14.   MC: “Pembina Upacara dan Dewan Guru meninggalkan tempat upacara”.

15.   MC: “Peserta Upacara diperkenankan meninggalkan tempat upacara”

Pemimpin upacara membubarkan peserta upacara

Jumat, 01 Oktober 2021




Mengenal Pramuka lebih dekat






Sejarah Pramuka dunia sering dikaitkan dengan Lord Robert Baden Powell of Gill Well. Beliau mendapat julukan sebagai Bapak Pramuka karena telah mendirikan gerakan Pramuka di dunia. Sejarah Pramukan di dunia dimulai dari negara inggris dan kemudian menyebar ke Indonesia.

Pramuka berasal dari kata Praja Muda Karana yang merupakan salah satu kegiatan yang biasanya dilaksanakan di sekolah. Pramuka adalah suatu organisasi yang telah berkembang secara internasional dan seluruh masyarakat dunia telah menerima organisasi Pramuka ini.

Banyak sekali kontribusi dari Baden Powell dalam gerakan pramuka seperti mendekatkan para anggotanya dengan Alam, sosial dan memperkuat hubungan dengan sang pencipta, Al hasil kegiatan pramuka sampai sekarang masih diterima baik dalam masyarakat.

A.   Pengertian Pramuka

Pramuka adalah organisasi atau gerakan kepanduan yang menjadi wadah pendidikan kepramukaan di Indonesia. Kalau dalam dunia Internasioan, Pramuka disebut dengan istilah Kepanduan atau Boy Scout.

Pramuka memiliki sebutan untuk para anggota nya seperti pramuka siaga, penggalang, penega dan pendega. Sedangkan untuk kelompok anggota pramuka lainnya disebut pembina pramuka, andalana, pelatih, pamong saka, staf kwartir dan majelis pembimbing.

Nah, dalam pramuka kalau ingin dilantik menjadi anggota kepramukaan harus berikrar mengucapkan janji (satya) terlebih dahulu.

B.   Sejarah Pramuka di Dunia

Sejarah pramuka di Dunia pertama kali dimulai saat Baden Powell menuliskan pengalamannya dalam buku Scouting for Boys pada tahun 1908. Buku tersebut dibuat untuk panduan acara perkemahan yang dirintisnya pada tahun itu.

Buku ini sangat laris bahkan di luar inggris sehingga mulai bermunculan organisasi-organisasi pramuka yang ditujukan kepada anak laki-laki saja.

Pada tahun 1912, Baden Powes bersama adik perempuannya Agnes mendirikan organisasi pramuka untuk wanita bernama Girl Guides. Pada tahun 1916 mulai berdirinya organisasi Pramuka untuk usia siaga yang dinamai CUB (anak serigala) dan pada tahun 1918 kemudian berdiri organisasi Rover Scout yang ditujukan untuk kelompok remaja berusia 17 tahun.

Baden Powell kembali mempublikasikan bukunya Rouvering to Success pada tahun 1922 yang berbicara tentang seorang pemuda yang mendayung perahu sampannya menuju pantai kebahagiaan.

Tepatnya pada tanggal 30 Juli – 8 Agustus 1920 di Olympis Hall, London kegiatan jambore dunia pertama kali diadakan dan diikuti sebnayak 800 peserta dari 34 negara. Dalam kegiatan tersebut, pada akhirnya Baden Powell dinobatkan sebagai Bapak Pandu Sedunia.

 

 

C.   Sejarah Pramuka di Indonesia

Sejarah Pramuka di Indonesia dikenal dengan tiga masa Pramuka Yaitu Gerakan Pramuka pada Masa Penjajahan Belanda, Gerakan Pramuka pada Masa Penjajagan Jepang dan Gerakan Indonesia setelah Indonesia Merdeka.

Pertama, Gerakan pramuka pada massa penjajahan belanda di Indonesia bernama Nederland Indische Padvinders Vereeniging atau NIPV atau dalam Bahasa Indonesia dikenal Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda. Setelah sumpah pemuda kegiatan pramuka semakin digemari sehingga terbentuknya Pandu Pemuda Sumatera pada tahun 1930 dan pada tahun 1931 berdirinya Persatuan Antar Pandu Indonesia.

Kemudian tahun 1936 berubah nama menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI). BPPKI melakukan kegiatan PERKINO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem). Perkemahan inilah yang menjadi cikal bakal pelaksanaan kegiatan Jambore hingga sekarang.

Pada saat penjajahan Jepang, gerakan pramuka masih berjalan dan masih bisa bertahan, namun disaat Jepang menyerang kepada Belanda banyak tokoh kepanduan Indonesai yang ditarik masuk Keibondan, PETA dan Seinendan.

Jepang melarang berdirinya partai dan juga menganggap gerakan pramuka berbahaya karena dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan rakyat. Hal itu, tidak menyurutkan tekad kepanduan Indonesia utnuk menjalankan PERKINO II dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam mengusir tentara Jepang.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tanggal 28 Desember 1945 didirikan Organisasi Pandu Rakyat Indonesia di Solo yang menjadi wadah kepaduan di Seluruh Indonesia.

Pada tahun 1961 terdapat 100 organisasi kepanduan di Indonesia yang dibagi menjadi tiga federasi yaitu Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia, Ikatan Pandu Indonesia dan Persatuan Putera Puteri Indonesia.

Pada tanggal 14 Agustus 1961 gerakan pramuka diperkenalkan secara resmi kepada seluruh masyarakat sehingga pada hari itu di peringati sebagai Hari Pramuka setiap tanggal 14 Agustus.

Demikian, penjelasan mengenai sejarah pramuka di dunia sampai menyebar ke Indonesia